#AksiDamai #BelaIslam di Tanah Kelahiran yang #TeguhBeriman

Filed Under (General, Religi) by Nurdiansyah on Friday, 04 November 2016

Tagged Under : , , , , , ,

Aksi Damai Bela Islam

Aksi Damai Bela Islam

Tulisan ini dibuat beberapa hari setelah kasus penistaan agama yang dilakukan oleh seorang kepala daerah mencuat ke permukaan namun belum sempat saya publish, baru teringat lagi saat membaca-baca notes di HP dan menemukan ini kembali, yang saat ini menjadi semakin hangat dan luas diperbincangkan –

 

Ini hanya pendapat pribadi tanpa bermaksud menyinggung pihak-pihak tertentu:

  1. Tak etis rasanya ketika ada seorang kepala daerah penganut agama tertentu menuduh warganya sendiri atau orang dari penganut agama lain sebagai pembohong, membodohi, rasis dan pengecut ketika menyampaikan apa yg benar2 tertulis di dalam kitab suci yg diyakininya, sama saja dia mengatakan bahwa isi kitab suci tersebut adalah sebuah kebohongan sehingga cocok untuk dijadikan alat untuk berbohong.. Lakum diinukum wa liyadiin, untukmu agamamu dan untukku agamaku.. Lebih baik tak usahlah mencampuri apalagi sampai menuduh dan menghina orang lain seolah-olah paling mengerti keyakinan/agama orang tersebut padahal dia tidak mengimaninya.
  2. Tak etis rasanya ketika ada seorang kepala daerah penganut agama tertentu melakukan kunjungan kerja dengan menggunakan fasilitas negara namun nyata2 mengisinya dengan pidato kampanye dirinya yg sebagai petahana serta menyinggung simbol2 kesucian penganut agama lainnya.. Alangkah lebih baik jika tetap fokus pada program kerja yg diamanahkan padanya.. Dari kejadian tersebut menjadi contoh nyata alasan mengapa petahana wajib cuti selama masa kampanye resmi, cuti di sini bukan HAK melainkan suatu KEWAJIBAN yg telah sah diatur untuk diajalani agar pemanfaatan fasilitas negara utk kepentingan pribadi seperti ini tidak lagi terjadi.
  3. Tak tepat rasanya ketika ada seorang kepala daerah penganut agama tertentu dilaporkan dan dituntut oleh banyak pihak lain, bukan hanya dari warganya sendiri namun dari seluruh wilayah di Nusantara karena dalam kampanye terselubungnya menyinggung SARA dan nyata2 telah menghina, melukai, dan menyakiti mayoritas penganut agama lainnya, namun yang terlapor membantah bahwa dirinya tidak bersalah seolah-olah paling mengerti perasaan dan aqidah orang lain, itu bukan porsinya dia menilai diri sendiri.. Permintaan maaf yg tulus tanpa embel2 pembelaan diri itu penting untuk meredam amarah ummat walaupun seandainya nanti proses hukum terhadap berbagai laporan tadi benar2 dijalankan dan memutuskan dirinya tidak bersalah.

Kalimat secamam “dibohongin pake surat Al-Maidah 51 macem2 itu, … dibodohin…”

Memang dalam kalimat pasif tsb, dia tidak spesifik mengatakan “dibohongin” dan “dibodohin” oleh siapa.. Namun ini malah menjadi tuduhan/penghinaan yang lebih luas kepada semua pihak yang jelas berhubungan dengan Al-Qur’an:

  • Allah SWT sang pencipta segalanya termasuk agama Islam yg telah disempurnakan dengan Al-Qur’an sebagai kitab sucinya
  • Malaikat Jibril sebagai penyampai wahyu
  • Nabi SAW sebagai penerima wahyu dan yg menyampaikannya kembali kepada ummatnya
  • Sahabat Nabi, Habaib, Kiai, Ulama, Ustadz sebagai perpanjangan Nabi SAW
  • Ada lagi pihak lain yang kita ketahui menggunakan/mengamalkan Al-Qur’an?

Siapa pula diantara kita yang mau dianggap sudah “dibohongin” dan “dibodohin” oleh pihak-pihak terkait yg tersebut di atas?

Dan yang tak kalah pentingnya, Al-Qur’an yang suci ini adalah Imam dan Panduan bagi manusia di dunia dan akhirat, dan bukanlah alat yang digunakan untuk melakukan pembohongan dan pembodohan seperti tudingan si kepala daerah tersebut!!

Mohon maaf.. Pernyataan seperti yg diucapkan oleh kepala daerah tsb bukan hanya penyelahgunaan fasilitas negara untuk kepentingan kampanye pribadi, bukan hanya menyinggung SARA yg sangat merusak ke-bhinekaan/keberagaman, bukan hanya penistaan terhadap salah satu agama yang resmi diakui oleh konstitusi, namun juga penghinaan terhadap Sang Kholik dan segenap Makhluk yang beriman kepada-Nya.

Sholat Shubuh Berjamaah di Masjid Istiqlal

Sholat Shubuh Berjamaah di Masjid Istiqlal

Sholat Shubuh Berjamaah di Masjid Istiqlal

Sholat Shubuh Berjamaah di Masjid Istiqlal

Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung..

Semoga pemimpin seperti ini segera mendapatkan taufieq dan hidayah-Nya, Aamiin..

#NoSARA please..

——

Dan minggu2 ini kita saksikan..

Begitu banyaknya ummat dari seluruh Indonesia yang terkonsolidasi menyerukan aksi untuk menyuarakan aspirasi..

Begitu banyaknya Pemimpin, mantan Pemimpin, maupun politisi negeri ini yang panik dan saling bersilaturrahmi demi menyejukkan suasana NKRI dimana rakyatnya sudah mulai terpecah-belah.. hanya karena ulah 1 orang saja..

Intervensi penguasa terhadap pihak-pihak yang dianggap berseberangan juga terlihat dari pembungkaman dan pemblokiran media-media online yang selalu menyerukan kebenaran dan dakwah, termasuk salah satunya situs smstauhiid.com milik Aa Gym.  Tentunya ini juga melanggar UU seperti yang kemudian disampaikan oleh Pendekar IT, Onno W. Purbo pada tulisannya Kemenkominfo Tidak Berhak Memblokir Situs SARA/Agama

Alih-alih mencoba membungkam pergerakan mahasiswa dengan mengirimkan surat edaran yang menghimbau agar tidak terlibat pada aksi 4 November 2016, hal tersebut justru mencederai prinsip demokrasi dan sekarang sebaliknya malah memicu konsolidasi BEM Seluruh Indonesia untuk turut bergerak karena hal itu dijamin dan diatur oleh konstitusi.

Bukan masalahku apapun Sukumu

Bukan masalahku apapun Agamamu

Bukan masalahku apapun pilihan Politikmu

Namun…

Yang menjadi masalah adalah ketika kau mencampuri urusan Agamaku

Yang menjadi masalah adalah ketika kau mencampuri urusan Aqidahku

Yang menjadi masalah adalah ketika kau mencampuri urusan Kitab Suciku

Yang menjadi masalah adalah ketika kau mencampuri urusan Nabiku dan para ulama pewarisnya setelah itu

Aksi Damai Bela Islam

Aksi Damai Bela Islam

Aksi Damai Bela Islam

Aksi Damai Bela Islam

Semoga tetap menjadi #AksiDamai dalam rangka #BelaIslam yang digelar di Jakarta tanah kelahiran, semoga semakin sesuai dengan mottonya bahwa Jakarta itu #TeguhBeriman

baca berita di lintas berita

Leave a Reply

CommentLuv badge