Aug
18Interview With Tempo
Filed Under (Catatan) by Nurdiansyah on Monday, 18 August 2008
Tagged Under : Interview, Tempo
Ini bukan cerita interview untuk lowongan pekerjaan…
Minggu malam, tanggal 11 Mei 2008 yang lalu, ketika sedang keliling Jakarta menemani seorang teman keturunan Chinese yang telah 6 tahun lamanya tidak bertemu, karena sekarang dia tinggal dan menetap di Taiwan, tiba-tiba HP saya berdering dari nomor GSM yang tidak saya kenal…
“Hallo.. apakah ini dengan bapak Nurdiansyah?” tanya suara di seberang yang ternyata seorang wanita yang mengaku dari Tempo Group, dia meminta waktu saya untuk melakukan wawancara sebagai nara sumber untuk bahan tulisannya di kolom Life Style yang akan membahas gaya hidup digital seorang Programmer.
Sebelumnya saya juga sudah tau dari seorang teman SMA yang juga bekerja di Tempo bahwa dia merekomendasikan saya sebagai nara sumber, dan nanti temannya sesama jurnalis akan menghubungi saya untuk memastikan waktu dan tempat wawancara. Dari obrolan singkat di telepon disepakati pertemuan dilakukan esok harinya, Senin 12 Mei 2008, pas jam istirahat kantor di Pizza Hut Pasar Raya Grande, tempat itu dipilih karena lokasinya persis berseberangan dengan kantor tempat saya bekerja sekarang
Singkat cerita, jam 12 teng saya berangkat ke tempat yang telah disepakati, ternyata dia telah menunggu sendirian tanpa rekan SMA yang saya kenal. Obrolan berjalan santai dan penuh humor sambil sekali-sekali melahap hidangan yang sudah menantang di atas meja. Begitu banyak pertanyaan yang dia ajukan berkaitan dengan pekerjaan saya sebagai programmer, tapi fokus pertanyaan dia ternyata pada gaya hidup atau pekerjaan saya setelah jam pulang kantor atau hari libur alias sebagai pekerja freelancer… Mulai dari project apa saja yang sudah pernah saya garap, pengalaman suka dan dukanya ketika bekerja sebagai pekerja lepas, di mana dan bagaimana komunikasi dilakukan dengan client, di mana dan seperti apa ruang kerja saya, hingga masalah pendapatan financial yang dapat saya raih dari masing-masing project tersebut, tapi untuk yang terakhir itu tidak saya jawab secara pasti hehehee…
Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 1 lewat, dan saya mohon pamit untuk kembali ke kantor. Dia menjanjikan akan memberi kabar jika tulisannya dari hasil obrolan tersebut sudah dimuat dan telah terbit.
Hari demi hari, minggu demi minggu, dan kini sudah telat tiga bulan oups… Kabar yang ditunggu-tunggu tidak juga saya dapatkan, sampai lama terlupakan dan teringat lagi hari ini. Entah kapan dan di mana dimuatnya, apakah di majalah, koran, tabloid, atau jangan-jangan gak pernah dimuat sama sekali karena dianggap tidak layak..?? Wueleeh… hiks.. hiks.. nasieb..













ih kamu ebat banget, emang cocok banget jadi narasember :D, kayaknya bakalan di tampilin judulnya ” programer muda indonesia berbakat ”
spam bukan nih ???
Ini cerita asli cuy.. bukan sepam!
Hiks.. makin dipuji, semakin merasa bego ajah nih…
Projekan masih bisa ke-handle gak cuy..?? Cobalah dioper ke sini satu
noer, klo ga salah minggu setelah itu ada edisi koran tempo yg bahas soal programmer. tapi gw lupa ngecek ada nama lo ga di narasumber.
anom’s last blog post.. delman1
Aiih.. yang punya Tempo nongol euy..
Mannah korannyah..?? Duh dah basi banged
Met ultah boss!! Anak-anak Onjo masih sering ngumpul gak nih? Salam yah
Wah, tanyakan saja langsung kepada pewawancaranya. Apa jangan-jangan sudah terbit tetapi tidak terlihat?
Riyogarta’s last blog post.. Kejutan di Angka 8
Hehehee.. dah terlalu lama Om Riyo, gak enak juga nanyanya
Diterbitkan syukur, gak dimuat jg alhamdulillah, cukuplah bagi saya hanya menjadi cerita kenangan tersendiri
Begitu nasib wartawan. Sudah capek nguber2 berita kadang editor dengan kejamnya tidak memuat hasil liputan. Mending kalo diganti dengan ulasan lain yg memang lebih menarik, lha kalo diganti dengan iklan???? Duh, lebih sakit hati lagi deh.
Ecko’s last blog post.. Mengkritisi Peluang Investasi Dinar Iraq
Waah.. hebat sampeyan..
@Ecko:
Iya mas Ecko, sedih memang.. Apalagi kalo harus mentraktir makan si narasumber, tambah berat pula beban mereka.
@tetetzet:
Ah biasa aja boss, gak ada yang istimewa dari diri saya
sedih..sedih
welly’s last blog post.. Making Money Efficiently from Blogs
yg pasti udah ditraktir maem pizza kan ?
heuheuehu
@mm:
Alhamdulillah mas, tapi sayangnya saya gak mesen pizza, cuma yang ringan2 ajah… Tau diri lah, pasti pas selesainya dia bakal maksa untuk ngebayarin makan hehe..
Saya tahu di mana wawancara itu dimuat.
Di blog Anda sendiri, pada postingan ini.
Moh Arif Widarto’s last blog post.. Partai GERINDRA Menang Pemilu: Tidak Ada Yang Tidak Mungkin